JAYAPURA,PAPUARAYANEWS.com – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, meresmikan Rindu Alam Papua Café and Resto yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, tepatnya di sekitar Pos Perbatasan RI–PNG, Senin (22/12/2025).
Kehadiran café dan restoran bernuansa alam tersebut mendapat sambutan positif dari Wali Kota yang akrab disapa ABR. Ia mengapresiasi pendiri sekaligus owner Rindu Alam Papua, Haji Muis, yang berkolaborasi dengan para pengusaha lokal Jayapura, di antaranya Haji Darwis.
“Haji Muis punya andil besar dalam pembangunan kawasan wisata kuliner ini. Saya berharap tempat ini bisa ramai dan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat,” ujar ABR saat peresmian yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru.

ABR juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Jayapura untuk membangun alun-alun di kawasan Pantai Holtekamp. Menurutnya, keberadaan alun-alun akan semakin mendukung pertumbuhan kawasan wisata kuliner dan meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Mari kita bekerja sama, karena ini akan menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini Kota Jayapura masih mengandalkan sektor jasa dan belum memiliki sumber daya alam seperti emas atau nikel,” tuturnya.
Lebih lanjut, ABR menyampaikan harapannya agar Distrik Muara Tami ke depan dapat berkembang menjadi kota kecil di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG).
“Itu impian kita, menjadikan wilayah perbatasan ini sebagai kota kecil yang berkembang,” kata mantan Ketua DPRD Kota Jayapura lima periode tersebut.

Sementara itu, mantan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, yang juga hadir dalam peresmian tersebut, menjelaskan konsep pengembangan kawasan Holtekamp yang sebelumnya ia gagas. Konsep tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap masyarakat Distrik Muara Tami yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang, yang harus menempuh jarak cukup jauh dan menghadapi risiko keamanan untuk menuju pusat kota.
Namun, dengan diresmikannya Jembatan Merah, akses menuju kawasan perbatasan kini semakin mudah.
“Sekarang ke perbatasan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit setelah adanya Jembatan Merah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Distrik Muara Tami ke depan dirancang sebagai kota pengembangan sekaligus kawasan industri pertanian yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.(inaa)




