WAMENA, Papuarayanews –
Puluhan para pencari kerja (pencaker) melakukan aksi demonstrasi disertai pemalangan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Pegunungan.
Aksi ini dipicu ketidakpuasan atas hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dianggap tidak sesuai harapan dan merugikan masyarakat asli Papua Pegunungan.
Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan, Yusup Yikwa, dalam orasinya menyampaikan bahwa ketidaksesuaian formasi dan penerimaan tenaga kerja menjadi sorotan utama.
“Ada beberapa dinas yang membutuhkan 13 tenaga kerja, dan memang ada peserta tes. Tapi formasinya tidak jelas diperuntukkan bagi siapa, padahal kami sudah temukan semua datanya,”ujarnya.
Yikwa juga menyoroti penerapan sistem kuota 80:20 yang telah diperjuangkan sejak lama – di mana 80% formasi seharusnya diperuntukkan bagi putra-putri daerah, dan 20% dari luar. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak Kemenpan dan BKD lama pernah dilakukan, namun belum membuahkan hasil signifikan.
“Kami sepakat bahwa kuota 20% seharusnya diisi oleh mereka yang lahir dan besar di Tanah Papua. Artinya, orang tua mereka adalah guru atau pendeta di daerah ini. Tapi pada kenyataannya, dari 200 peserta luar, hanya 20 orang asli Papua yang lolos. Ini tidak adil,”ungkapnya.
Setelah aksi di kantor BKD, massa melanjutkan unjuk rasa menuju kantor Gubernur Papua Pegunungan yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kota dingin Wamena. (ist/DP)




