Kelompok Bersenjata Klaim Gagalkan Kunjungan Wapres ke Yahukimo, Aparat Tingkatkan Pengamanan - PAPUARAYA NEWS

Kelompok Bersenjata Klaim Gagalkan Kunjungan Wapres ke Yahukimo, Aparat Tingkatkan Pengamanan

Wakil Peesiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan lawatan ke Papua
Wakil Peesiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan lawatan ke Papua

JAYAPURA,PAPUARAYANEWS.com

Kelompok bersenjata yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menggagalkan rencana kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (KOMNAS) TPNPB yang beredar pada Rabu (14/1/2026). Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut adanya peningkatan aktivitas bersenjata di sekitar Kota Dekai dan menyatakan situasi keamanan masih berlangsung dinamis.

Juru bicara TPNPB menyatakan bahwa pihaknya meningkatkan operasi di wilayah Yahukimo dan menyebut adanya kontak senjata dengan aparat keamanan. Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak dari kelompok bersenjata dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim telah merekomendasikan penundaan kunjungan Wapres ke Yahukimo dengan pertimbangan utama faktor keamanan berdasarkan analisis intelijen dan perkembangan situasi di lapangan.

Aparat keamanan menyatakan fokus utama adalah menjaga stabilitas keamanan, keselamatan masyarakat sipil, serta memastikan situasi tetap terkendali. Pengamanan di sejumlah titik strategis dilaporkan diperketat seiring meningkatnya tensi keamanan di wilayah tersebut.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa komitmen pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Papua, termasuk Yahukimo, tetap berjalan. Kunjungan kerja pejabat negara akan dijadwalkan kembali setelah kondisi keamanan dinilai sepenuhnya kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak TNI-Polri terkait klaim terbaru kelompok bersenjata tersebut.  (ist)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi