Shaloom
Assalaamu,alaikum Wr.Wb
Oom swastiastu,
Namo Budhaya
Salam Kebajikan
Saudara-saudari yang saya hormati dan saya kasihi, Di penghujung tahun ini, kita berdiri pada sebuah titik yang sangat manusiawi: titik untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menoleh ke belakang, bukan untuk menyesali, tetapi untuk memahami apa yang telah kita lalui bersama. Waktu terus berjalan. Hari demi hari berganti. Namun tidak semua perjalanan hidup berjalan lurus dan mudah. Ada langkah yang mantap, ada langkah yang tertatih. Ada doa yang terjawab cepat, ada pula yang masih kita simpan dalam kesabaran. Tahun ini mengajarkan kita satu hal penting: bahwa hidup tidak selalu tentang menang dan berhasil, tetapi tentang bertahan dengan iman, berjalan dengan harapan, dan tetap mengasihi dalam keterbatasan.
Saudara-saudari,
Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, saya memandang akhir tahun ini bukan hanya sebagai penutup waktu, tetapi juga sebagai ruang refleksi atas tanggung jawab moral, kebangsaan, dan pengabdian yang kami pikul. Politik, dalam pandangan kami, bukanlah tujuan, melainkan alat untuk menghadirkan kebaikan dan keadilan bagi rakyat. Di rumah ibadah, kita belajar bahwa hidup bukan milik kita sendiri. Bahwa setiap tarikan napas adalah anugerah. Bahwa kasih, pengampunan, dan pengharapan bukan hanya kata-kata suci, tetapi sikap hidup yang harus kita bawa keluar, ke keluarga, ke lingkungan, dan ke masyarakat. Sementara di tengah kehidupan sosial, kita belajar bahwa perbedaan adalah kenyataan. Bahwa tidak semua orang berpikir sama, berjalan sama, atau berada di posisi yang sama. Namun justru di sanalah nilai kebersamaan diuji: (apakah kita memilih saling menjaga, atau saling menjauh.)
Tahun ini mungkin meninggalkan lelah.
Ada yang lelah karena bekerja keras demi keluarga. Ada yang lelah karena memperjuangkan keadilan. Ada pula yang lelah karena harapan belum kunjung tiba. Tetapi saudara-saudari yang saya kasihi, lelah bukan tanda kita kalah. Lelah adalah tanda bahwa kita masih peduli. Bahwa kita masih mau berjuang. Bahwa kita belum menyerah. Mari kita jujur pada diri sendiri: tidak semua yang kita rencanakan berjalan sempurna. Ada kekurangan dalam pelayanan, ada kelemahan dalam kebijakan, ada kata yang mungkin melukai, dan keputusan yang mungkin belum memuaskan semua pihak. Namun di akhir tahun ini, saya mengajak kita semua untuk menutup lembaran dengan hati yang lapang. Bukan dengan menyimpan dendam. Bukan dengan memperbesar perbedaan. Tetapi dengan kesediaan untuk saling memaafkan dan saling memperbaiki.
Saudara-saudari,
Bangsa dan daerah ini tidak dibangun oleh orang-orang yang sempurna, melainkan oleh mereka yang mau belajar dari kekurangan. Tidak dibangun oleh mereka yang paling keras bersuara, tetapi oleh mereka yang setia bekerja dalam diam dan konsisten menjaga nurani. PDI Perjuangan meyakini bahwa gotong royong adalah kekuatan utama bangsa ini. Bahwa keadilan sosial tidak lahir dari kemarahan, melainkan dari keteladanan, keberpihakan, dan kerja nyata yang terus menerus. Kita membutuhkan lebih banyak kejujuran daripada kemarahan. Lebih banyak keteladanan daripada janji. Lebih banyak kepedulian daripada kepentingan pribadi. Mari kita akhiri tahun ini dengan syukur, karena masih banyak yang patut kita syukuri: keluarga yang setia, tetangga yang saling menopang, dan tanah yang terus memberi kehidupan bagi kita semua.
Dan mari kita sambut tahun yang baru dengan harapan yang matang, bukan harapan yang berisik, tetapi harapan yang diwujudkan lewat kerja nyata, sikap rendah hati, dan komitmen untuk melayani sesama dengan tulus. Saya percaya, masa depan tidak dibangun dalam satu malam. Ia dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten: dari doa yang tidak putus, dari kerja yang jujur, dan dari hati yang tidak kehilangan kasih.
Akhir kata,
Saya mengajak kita semua, tanpa memandang latar belakang, iman, maupun perbedaan. untuk melangkah ke tahun yang baru sebagai pribadi yang lebih tenang, masyarakat yang lebih peduli, dan keluarga besar yang saling menjaga
Selamat menutup tahun 2025. Selamat menyambut tahun yang baru 2026. Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah kita, memberkati keluarga kita, dan menjaga tanah yang kita cintai ini. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.
Shaloom Billahitaufiq wal hidayah, Wassalamualaikum Wr.Wb Oom swastiastu, Namo Budhaya Salam Kebajikan
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua
Drs. Benhur Tomi Mano., MM




