JAYAPURA,PAPUARAYANEWS.com –
Suasana sukacita Natal begitu terasa di Lapas Kelas II A Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (29/12/2025). Ratusan tamu undangan bersama sekitar 500 warga binaan larut dalam perayaan Natal yang berlangsung penuh hikmat, kebersamaan, dan tanpa sekat.
Tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan, di antaranya para hamba Tuhan, pejabat di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Papua–Papua Barat, perwakilan denominasi gereja, serta keluarga dekat warga binaan. Kehadiran keluarga turut menghadirkan suasana hangat dan menjadi penguatan moral bagi warga binaan yang merayakan Natal bersama orang-orang terkasih.
Meski melibatkan keluarga warga binaan, seluruh rangkaian kegiatan tetap dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Perayaan Natal diisi dengan ibadah, puji-pujian, serta pesan rohani yang menyejukkan hati. Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Sarlota Sesa dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Kasih Allah Memampukan Setiap Keluarga Hidup dalam Kepedulian kepada Sesama dan Dunia”.
Doa syafaat dipimpin oleh RD Barnabas Daryana, Pastor Paroki Gembala Baik Abepura.
Sukacita Natal semakin semarak dengan kehadiran Sonya Bara, artis jebolan X Factor Indonesia 2021, yang membawakan pujian dengan suara merdunya.
Kepala Lapas Kelas II A Abepura, Badarudin, menyampaikan bahwa perayaan Natal ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana refleksi dan pembinaan spiritual bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama merupakan nilai yang terus dijaga di lingkungan Lapas.
Sebagai seorang Muslim, Badarudin mengungkapkan bahwa dalam keluarganya terdapat pemeluk agama Katolik dan Protestan. Filosofi “tiga tungku” menjadi dasar kuatnya toleransi dalam kehidupan keluarga maupun dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan Lapas.

Ucap Syukur Panitia Natal
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Jemaat Oikumene Lapas Kelas II Abepura, Ricky Ham Pagawak, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal tersebut.
“Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih dan penyertaan-Nya, pada hari ini kita boleh berkumpul bersama dalam perayaan Natal Jemaat Oikumene Lapas Kelas II Abepura,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa kepercayaan sebagai ketua panitia diterimanya bukan sekadar sebagai tugas, tetapi sebagai pekerjaan Tuhan yang dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Selama kurang lebih tiga bulan, panitia bekerja bersama dengan berbagai keterbatasan, terutama terkait ruang dan akses. Namun, melalui komunikasi dengan keluarga warga binaan dan dukungan berbagai pihak, seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik.
“Puji Tuhan, kami mendapat dukungan penuh dari keluarga dan berbagai pihak di luar. Kami berterima kasih kepada Bupati, Ketua DPR, Kepala Dinas, Pj Sekda Provinsi Papua, serta Tony Tesar selaku Anggota DPR RI yang hadir langsung dan menyerahkan bantuan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berupa 1.000 kotak makanan dari denominasi gereja di Kota Jayapura, satu ekor babi, serta dua karung beras dari Wali Kota Jayapura.
Ricky menambahkan, jumlah peserta yang hadir hampir 900 orang, terdiri dari sekitar 500 warga binaan dan lebih dari 300 tamu undangan. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang luar biasa mengingat keterbatasan tempat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Kelas II Abepura, khususnya Kepala Pembinaan, Kepala KPLP, Kepala Tata Usaha, seluruh pegawai Kristen, serta petugas Muslim yang terlibat aktif dalam pengamanan dan persiapan. Ini adalah wujud kebersamaan dan toleransi yang luar biasa,” tuturnya.
Ia berharap ke depan Lapas Kelas II A Abepura semakin membuka akses dan dukungan agar perayaan Natal bersama seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
“Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua,” pungkasnya. (ina)




