Keluarga Ami Ata Maumere Heram Rayakan Natal dan Lepas Sambut 2026 Penuh Sukacita - PAPUARAYA NEWS

Keluarga Ami Ata Maumere Heram Rayakan Natal dan Lepas Sambut 2026 Penuh Sukacita

Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Keluarga Ami Ata Maumere Rayon Heram
Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Keluarga Ami Ata Maumere Rayon Heram

JAYAPURA, PAPUARAYANEWS.com –

 Keluarga Ami Ata Maumere (Kami Orang Maumere-red) Rayon Heram – Kota Jayapura,Provinsi Papua. Sabtu malam (3/1/2026) menggelar Perayaan Syukur Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026 dengan penuh sukacita dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan di Kediaman Alm Keluarga Yan Moa Djawa di Jln. Proyek Waena.

Diawali dengan Ibadat Sabda dipimpin Pastor RD. Robby Hodo mengambil thema Nasional Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga, berlangsung dalam suasana hening dan hikmat. Itu dihadiri juga Vikjen Paroki Kristius Terang Dunia Waena (KTDW) RD Damianus Uropmabin yang memberikan berkat penutup kepada tamu undangan yang hadir.

Harus Dimulai dari Kerukunan Kecil dalam Keluarga

Usai ibadah, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah Tamah. Penasihat Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua, Antonius Ama Boleng, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dalam lingkup keluarga kecil sebagai wujud nyata penghayatan makna Natal.

Hal tersebut disampaikannya dalam perayaan Natal bersama keluarga besar Ami Ata Maumere di Jayapura. Antonius menjelaskan tema Natal yang diangkat memiliki makna mendalam dan mencerminkan identitas daerah asal Flobamora.

“Maumere dikenal dengan Pantai pesisir yang luas, sementara Kelimutu identik dengan gunung dan danau. Tema Natal ini menggambarkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat Flores. Tema ini sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu dan tetap relevan hingga kini,” ujarnya.

Ia menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan perayaan Natal dalam lingkup kecil seperti keluarga atau rayon. Menurutnya, Natal seharusnya menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Lanjutnya dalam struktur IKF, setiap persoalan diupayakan diselesaikan secara berjenjang. Mulai dari tingkat rayon, kemudian tungku, selanjutnya tingkat kota atau kabupaten, dan jika belum terselesaikan barulah dibawa ke tingkat provinsi.

“Kalau bisa diselesaikan di rayon, selesai di rayon. Kalau belum, naik ke tungku, lalu ke tingkat kota atau kabupaten. Kalau semua itu tidak bisa, baru ke tingkat provinsi. Jadi kami di provinsi lebih banyak memantau,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Antonius juga menyampaikan belasungkawa atas kedukaan yang dialami salah satu keluarga IKF Maumere. Ia menyebutkan bahwa pihak provinsi tidak sempat hadir secara langsung, namun bersyukur karena persoalan tersebut telah ditangani dengan baik oleh keluarga di tingkat kerukunan Maumere.

Ia pun mengucapkan selamat Natal dan selamat menyambut Tahun Baru kepada seluruh keluarga IKF Maumere, seraya berharap sukacita Natal senantiasa hadir dalam kehidupan keluarga.

“Maumere dan Larantuka ini sangat dekat, kita ini satu keluarga. Karena itu mari terus saling menopang dan menjaga kebersamaan,”ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Antonius juga menyampaikan informasi terkait rencana tahbisan Uskup Keuskupan Larantuka yang akan dilaksanakan pada 11 Februari mendatang. Ia mengajak keluarga besar IKF Maumere untuk turut mendukung kegiatan tersebut.

“Yang memimpin nanti adalah putra darah Maumere. Kami menyampaikan secara terbuka, jika ada uluran tangan dan kasih dari keluarga Maumere untuk membantu Keuskupan Larantuka, kami menerimanya sebagai bentuk kebersamaan keluarga,” ungkapnya.

Suasana Perayaan Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Keluarga Ami Ata Maumere Heram
Suasana Perayaan Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Keluarga Ami Ata Maumere Heram (foto : julia)

Pondasi Kehidupan Bersama

Sedangkan Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua, Stanis Hike Dosinaen, yang juga didapuk memberikan sekapur sirih mengatakan tema Natal tahun 2024 memberikan penekanan kuat pada keluarga sebagai dasar pembentukan nilai-nilai kehidupan yang bermartabat dalam masyarakat.

Menurut Stanis, tema Natal tahun ini berbicara tentang kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga, karena keluarga sendiri tidak lepas dari berbagai persoalan.

“Tema Natal ini menyapa keluarga. Dengan menerima bayi Yesus di hari Natal, kita dituntut untuk melihat diri kita masing-masing dan melihat keluarga-keluarga kita. Keluarga hari ini menghadapi banyak tantangan, termasuk pergeseran nilai akibat perkembangan teknologi dan berbagai pengaruh di sekitar kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gereja baik PGI maupun KWI melihat kondisi tersebut sebagai sesuatu yang serius, sehingga tema Natal tahun ini secara khusus mengajak keluarga untuk kembali merefleksikan kehidupan rumah tangga, relasi suami-istri, hubungan orang tua dengan anak, serta peran anak terhadap orang tua.

“Pendampingan gereja sangat penting, agar nilai-nilai keluarga yang seharusnya tetap hidup tidak semakin bergeser,” katanya.

Stanis juga mengibaratkan keluarga sebagai “palungan kecil” tempat Kristus hadir. Setelah menyambut Natal dalam keluarga, umat diharapkan dapat mewartakan nilai-nilai Kristiani yang hidup dalam keluarga tersebut kepada lingkungan masyarakat yang lebih luas.

“Apa yang kita hidupi dan nasihatkan dalam keluarga, itu pula yang kita tularkan dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai baik dalam keluarga diharapkan membawa dampak baik bagi masyarakat,”tuturnya.

Menurutnya, banyak persoalan sosial yang terjadi saat ini berakar dari krisis nilai dalam keluarga. Hal-hal negatif seperti korupsi dan berbagai perilaku menyimpang lainnya lahir dari pribadi-pribadi, sementara pribadi-pribadi itu dibentuk pertama-tama dalam keluarga.

“Karena itu, pembenahan harus dimulai dari keluarga. Jika keluarga dibenahi, maka kehidupan bersama akan menjadi lebih manusiawi, lebih bermartabat, dan lebih normal,” tegasnya.

Sesama Perantauan

Dalam kesempatan tersebut, Stanis juga mengingatkan pentingnya keterikatan warga Flobamora yang hidup di perantauan dengan komunitas gereja dan kerukunan keluarga.

Ia menyoroti masih seringnya terjadi kasus warga yang sakit bahkan meninggal dunia, namun tidak terurus karena tidak terdaftar secara jelas dalam jemaat maupun kerukunan.

“Paling tidak ada dua hal yang harus kita tahu. Pertama, kita tahu jemaat kita di mana. Kedua, kita tahu keluarga atau kerukunan kita. Jangan sampai saat kita tidak berdaya, jemaat tidak mengenal kita dan kerukunan pun mengatakan kita bukan warga mereka,” ungkapnya.

Menurut Stanis, persoalan tersebut masih kerap terjadi di beberapa tungku atau kerukunan, meskipun ia meyakini hal tersebut jarang terjadi di lingkungan IKF Maumere.

“Ini menjadi sentilan bagi kita semua yang hidup di tanah rantau agar tertib dalam komunitas dan menjaga relasi kekeluargaan,”tukasnya.

Sebelumnya dalam kata pembukaannya Ketua Ami Ata Maumere Rayon Heram, Willem Sira mengucapkan terima kasih banyak kepada semua keluarga Ami Ata Maumere. Karena walaupun dengan kelompok kecil. Namun hadir di kerukunan Maumere dan juga Flobamora.

“Kita berterimakasih. Itu semua karena kita semua. Oleh karena itu, kedepan kita semakin kompak, semakin bersatu dan semakin giat untuk saling berbagi dan bersatu untuk kelompok kit aini,”ajaknya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia natal yang telah sukses melaksanakan tugas ini. (ina)    

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi