JAYAPURA,PAPUARAYANEWS.com –
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH., MH, mengeluarkan larangan penggunaan petasan, kembang api, maupun segala bentuk bunyi-bunyian pada malam pergantian Tahun Baru. Kebijakan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat di Aceh dan Sumatera yang tengah mengalami musibah bencana alam.
Wali Kota menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Kota Jayapura diajak untuk ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara sebangsa di wilayah terdampak bencana.
“Kita ikut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera yang sedang tertimpa musibah. Oleh karena itu, pada malam pergantian tahun tidak boleh ada petasan, kembang api, atau bunyi-bunyian apa pun,” tegas Abisai Rollo.
Ia menjelaskan, larangan tersebut merupakan perintah langsung dari Kapolri yang wajib dipatuhi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Jayapura.
“Ini adalah peraturan dari Kapolri. Tidak boleh ada bunyi-bunyian dan tidak boleh ada petasan dalam bentuk apa pun. Karena ini perintah negara, maka kita semua harus mengikuti,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, momentum pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai waktu untuk bersyukur, refleksi diri, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang sedang mengalami bencana.
“Saudara-saudara kita sedang mengalami penderitaan. Maka kita juga harus ikut merasakan dan mendoakan mereka. Tidak ada kembang api, tidak ada petasan, tidak ada meriam. Kita tutup tahun dan menyambut tahun baru dengan doa dan rasa syukur,” katanya.
Selain itu, Abisai Rollo juga meminta peran aktif aparat keamanan dan para orang tua untuk melakukan pengawasan agar larangan tersebut dipatuhi.
“Saya berharap pihak keamanan dapat mengawasi penjual petasan maupun masyarakat yang masih mencoba bermain meriam atau petasan. Kepada para orang tua, mohon mengawasi anak-anak agar tidak melakukan bunyi-bunyian,” imbaunya.
Menutup pernyataannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura menjadikan pergantian tahun sebagai momen doa dan kepedulian sosial.
“Mari kita bersyukur karena kota ini masih diberkati dan dilindungi Tuhan. Kita sambut tahun baru dengan doa, ketenangan, dan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.(lo/ina)




