Kodam XVII/Cenderawasih masih menunggu hasil penyelidikan
JAYAPURA,PAPUARAYANEWS.Com –
Kodam XVII/Cenderawasih angkat suara menanggapi beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan penggunaan drone bomber oleh aparat TNI-Polri yang disebut menjadi penyebab tewasnya seorang warga dan melukai satu orang lainnya pada Selasa malam, (25/11/2025) sekitar Pukul 22.00 WIT.
Melalui keterangan resmi yang diterima redaksi. Sabtu (28/11/2025) Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Aparat TNI-Polri bahwa tidak ada aktivitas pergerakan drone dari Aparat TNI-Polri pada tanggal 25 November 2025,”tegasnya.
Kapendam menyampaikan ledakan yang menimbulkan korban jiwa dan luka tersebut kemungkinan berasal dari bahan peledak rakitan atau molotov yang gagal dibuat yang meledak saat dirakit. Namun, dirinya memastikan bahwa dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman di lapangan.
“Saat ini, pihak TNI-Polri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden yang terjadi pada malam tersebut,”ujarnya.
Kapendam menekankan pentingnya menunggu hasil investigasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan maupun provokasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Seluruh pihak terkait sedang bekerja untuk mengungkap fakta sebenarnya,”tandasnya.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial bahwa Aparat Keamanan Kepolisin Republik Indonesia (Polri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kabupaten Yahukimo telah menjatuhkan Bom Granat menggunakan Camera Drone, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka. Pada Pukul 21:00 WIT, Selasa (25/11/2025), di Jalan Gunung, Kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Korban meninggal bernama Listin Atis Sam (18), siswa SMK Negeri 2 Dekai yang menurut informasi meninggal dunia saat sedang tidur di rumahnya. (rls/red)




