TOLIKARA, Papuaraya.News –
Di tengah sunyi dan sejuknya dataran tinggi Papua, semangat belajar anak-anak tampak menyala. Mereka duduk berjejer dan rapi, terdengar suara mereka bersahutan berusaha menghafal huruf dan angka, dipandu para personel Satgas Yonif 614/RJP yang menjadi guru dadakan di Kampung Kanggime, Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (10/7/2025).
Personel Pos Kanggime kembali menunjukkan dedikasi dan kepedulian nyata terhadap pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan.
Dibawah arahan Danpos Kanggime, Lettu Inf Nurul Jasuli, para prajurit mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada anak-anak lokal melalui Kelas Terpadu yang mereka bangun sendiri.
“Tugas kita bukan hanya menjaga wilayah, tapi juga mencerdaskan anak-anak Papua sebagai generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka tumbuh percaya diri, cerdas, dan mencintai tanah air,”kata Lettu Jasuli.
Tak hanya calistung, anak-anak juga diajak bernyanyi lagu-lagu nasional seperti “Hari Merdeka” dan “Garuda Pancasila”. Suasana kelas pun dipenuhi keceriaan dan semangat yang membuncah.
Salah satu anak, Stefanus Yikwa (13), tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Abang besok-besok datang lagi ya! Kami senang belajar sama abang-abang TNI,” ucapnya dengan nada polos.
Dukungan dari orang tua pun mengalir. Yuranus Yikwa (51), mewakili para orang tua, menyampaikan terima kasihnya.
“Kami merasa terbantu sekali. Kehadiran bapak – bapak dari TNI sangat membantu anak-anak kami belajar, dan juga membantu kami para guru yang kekurangan tenaga,”akunya.
Dengan hadirnya Kelas Terpadu Pos Kanggime, bukan hanya dinding dan papan tulis yang berdiri, melainkan juga harapan baru bagi masa depan pendidikan anak-anak Papua.
Satgas Yonif 614/RJP kembali membuktikan bahwa pengabdian TNI tak hanya sebatas senjata, tapi juga lewat pena dan semangat berbagi ilmu. (ist/ina)




